SELAMAT DATANG

Selamat datang
Semoga menjadi inspirasi dan menambah wawasan anda dalam memulai wirausaha. Tetap semangat dan harus bisa !!!. Salam sukses

Saturday, December 8, 2012

Google Trends: Tool Keren Untuk Riset Pasar Mini

Suatu hari, seorang pria kaya dengan dana 2 miliar di tangan bertanya kepada Anda, "Kalau saya ingin membuka gerai resmi Adidas, Nike, dan Puma di Indonesia, kira-kira di manakah tempat yang paling strategis untuk melakukannya?" Anda lalu menjawab, "sebaiknya di seputaran Jabodetabek saja. Konsumennya pasti banyak." Lantas si pria kaya ini membalas, "Ah bosan. Di sana sudah banyak, saya ingin yang di luar itu. Ada usul?"
memanfaatkan google trends
Cerita super singkat di atas adalah ilustrasi yang sangat bagus untuk memulai artikel saya kali ini. Di rubrik App Jam edisi ini, saya mencoba untuk memperkenalkan sebuah tool gratisan yang keren, mantap, sederhana dan mudah sekali untuk dipakai. Namanya Google Trends. Saya yakin di antara pembaca mungkin ada yang sudah mengenal tool satu ini. Tapi, entah Anda sudah mengenalnya atau belum, yang jelas saya berusaha untuk membahas tool ini dengan tujuan agar Anda bisa menjawab pertanyaan Big Boss di atas, "Di manakah tempat terbaik untuk mendirikan gerai resmi Adidas, Nike, dan Puma di Indonesia di luar Jabodetabek?"
Apa sih Google Trends itu?
Google Trends sejatinya merupakan sebuah layanan gratisan berbasis web dari Google untuk mengecek popularitas kata kunci (keyword/query) berdasarkan volume penggunaan kata kunci itu sendiri ……..
“&8w36&!#479^%($#……………………………………..query”
Nah lho, Anda tampaknya jadi bingung? Baiklah, biar saya sederhanakan dulu. Setiap harinya, kita semua tahu bahwa Google menerima miliaran masukan atau "keyword" dari jutaan penggunanya yang tersebar di seluruh benua. Masukan-masukan dari pengunjung ini, ternyata tidak dibuang begitu saja oleh perusahaan yang bermarkas besar di USA ini. Alih-alih melenyapkan data ini, Google justru menyimpan dan mengolahnya. Google Trends bisa dibilang sebagai antarmuka bagi kita untuk menikmati data yang sudah diolah tadi. Sampai di sini, Anda mungkin akan bertanya lagi, "lalu bagaimana cara menggunakannya?" Maksud saya, cara memfungsikan sesuatu yang saya istilahkan sebagai "antarmuka" ini.
“Apa tadi? Antarmuka? Apa tidak ada yang lebih sederhana?”
“Alright, alright, let's just called it a web app!”
Cara menggunakan Google Trends
Untuk membuat Google Trends bekerja, Anda hanya perlu mengetikkan kata kunci di kotak yang sudah disediakan. Yups, tepat sekali. Semudah menggunakan mesin cari Google itu sendiri sebenarnya. Perbedaan terpenting antara keduanya adalah hasil pencarian. Ketika menggunakan Google Search, setiap habis menekan tombol "enter", Anda akan dijejali dengan kumpulan link-link (url) situs yang dianggap Google paling relevan dengan kata kunci yang Anda masukkan. Sementara untuk Trends, hasil masukan para pengguna akan diganjar dengan informasi variatif terkait pencarian yang dimaksud.
Ambil contoh begini, ketika Anda memasukkan kata kunci "Adidas" di Google Search, Anda akan mendapatkan jutaan link (74 jutaan ketika saya menuliskan kalimat ini) yang berkaitan dengan kata kunci "Adidas". Mulai dari situs resminya, situs penggemarnya, hingga ke link-link yang akan membawa ke akun fb atau twitter milik perusahaan apparel berbasis di Jerman ini. Tapi jika Anda melakukan hal yang sama di kotak pencarian yang ada di situs Google Trends, maka Anda tidak akan mendapatkan jutaan link tadi. Alih-alih link, Google Trends justru akan memberikan Anda berbagai informasi dengan bentuk yang beragam seperti chart atau grafik tingkat pencarian pengguna Google Search terhadap kata kunci "Adidas", berita paling populer terkait "Adidas", kemudian ada juga info terkait asal data itu diambil beserta peringkatnya. Berdasarkan data per 10 Januari 2012, negara penyumbang pencarian kata kunci "Adidas" terbanyak masih dipegang oleh Slovakia. Untuk kota masih dipegang oleh Ibukota Argentina, yakni Buenos Aires.
Saya inginnya data "Adidas" untuk wilayah Indonesia, bukan Slovakia!
Untuk Anda yang butuh data terkait volume pencarian "Adidas" di Indonesia, Anda hanya perlu memilih "Indonesia" di panel drop down menu "All Regions" yang terletak di bagian kanan atas situs ini. Kemudian bila Anda ingin mempersempit hasil pencarian ini dengan batasan waktu tertentu, Anda bisa melakukannya dengan memilih salah satu pilihan yang ada di drop down menu "All Years" yang terletak di samping menu "All Regions". Di panel ini tersedia beberapa pilihan periode selain "All Years" seperti "Last 30 Days", "Last 12 Month", dan seterusnya. Oh ya jangan lupa, Google Trends akan langsung mengeksekusi pilihan Anda secara langsung. Jadi ketika Anda memilih Indonesia di panel "All Regions", Google Trends otomatis me-refresh halaman web yang sedang Anda lihat. Hal yang sama akan terjadi ketika Anda memilih periode waktu pencarian. Jadi jangan kaget kalau Anda sampai tidak menemukan tombol untuk mengeksekusi perintah ini.
Bisakah saya melakukan hal yang sama untuk dua atau tiga kata kunci sekaligus?
Now, that's the beauty of this thing. Ketika Anda menanyakan hal di atas, sebenarnya saya sudah mulai menggiring Anda untuk menjawab pertanyaan Big Boss di atas, "di manakah tempat terbaik untuk mendirikan gerai resmi Adidas, Nike, dan Puma di Indonesia di luar Jabodetabek?". Dari penelusuran di Google Trends dengan memasukkan kata kunci seperti ini: “Adidas, Nike, Puma” (lakukan tanpa tanda petik, cukup beri koma saja) plus dengan melakukan beberapa klik di sana sini (baca: pilih All Regions dengan "Indonesia" dan All Years dengan "Last 12 Months"), saya rasa Anda sudah bisa menemui Sang Big Boss tadi dengan sebuah jawaban; BANDUNG!
Penutup
Pada saat saya melakukan "mini research" ini, Kota Bandung sebenarnya berada di urutan lima. Tapi saya tidak punya pilihan lain karena empat kota yang menduduki posisi teratas ternyata adalah kota-kota yang masih masuk dalam wilayah Jabodetabek yakni Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi. Dan Bandung pun saya rasa merupakan salah satu kota yang sangat strategis untuk mendirikan gerai resmi ketiga brand itu. Selain sesak dengan mahasiswa yang haus akan pakaian dan apparel berkualitas, Bandung sendiri sudah terkenal sebagai lokasi wisata belanja tingkat nasional dan internasional. Dengan kata lain, Google Trends bukanlah produk kacangan. Hasilnya tampaknya memang bisa dipertanggungjawabkan.
Tapi Anda harus ingat bahwa jika Anda melakukan penelusuran ini di tanggal yang berbeda, maka Anda kemungkinan akan mendapatkan hasil yang berbeda pula. Jadi jangan kaget kalau tidak melihat Bandung di 5 besar kota penyumbang pencarian kata kunci “Adidas, Nike, dan Puma”. Tapi apapun hasilnya, saya rasa Anda sudah mendapat semacam "insight" untuk melakukan penelitian yang serius tapi tetap santai dan tida terlalu memakan biaya.
Baiklah, sekian dulu perjumpaan kita kali ini. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Insyaallah. Amin.

Sumber 

Menulis copywriting yang menjual!

Salah satu elemen penting bagi sebuah produk yang dilepas ke pasar adalah copywriting-nya. Tapi hei, apa itu copywriting? Kok sepertinya "sesuatu banget". Don't worry ya akhi, kita akan bahas itu di sini.
Menurut Wikipedia, copywriting adalah seni penggunaan kata-kata untuk mempromosikan sesuatu. Sesuatu di sini bisa berarti orang (tokoh politik, selebritis, tokoh agama, dan sejenisnya), perusahaan, ide, maupun opini. Tujuan utama dari copywriting adalah untuk mendorong orang atau sekelompok masyarakat agar mau melakukan sesuatu persis seperti yang dikehendaki oleh sang copywriter (pelaku copywriting). Misalnya saja untuk membeli sebuah produk tertentu, untuk memilih kandidat dalam pemilihan umum, atau untuk mendaftar dan mengikuti kursus bahasa inggris kita, dan seterusnya.
Copywriting
Mengingat pengusahamuslim.com adalah situs tentang dunia bisnis, pembahasan tentang copywriting di dalam tulisan kali ini akan kita batasi hanya untuk copywriting yang berhubungan dengan acara promosi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan Anda. Jadi bukan tentang copywriting yang lain.
Copywriting yang bagus adalah .....
Bagi saya, Copywriting yang bagus adalah copywriting yang jujur. Dan saya pikir Anda juga akan berpikir yang sama tentunya. Jujur di sini mengandung artian bahwa kata-kata yang Anda gunakan untuk mendeskripsikan produk atau jasa Anda adalah sesuatu yang memang sesuai dengan kondisi benda/jasa yang Anda tawarkan. Jadi, bila Anda menjual laptop dengan processor intel Core i3, Anda jangan sampai berani mengklaim bahwa processornya adalah intel core i7. Mengklaim dengan cara seperti tadi boleh jadi akan mendongkrak volume penjualan Anda, tapi yakinlah, itu mungkin hanya akan bertahan sebentar saja. Karena bila konsumen sampai tahu Anda berbohong, maka mereka akan balik menyerang Anda. Caranya bermacam-macam, ada yang dengan menulis lewat blognya, ada yang mengupdate lewat status di facebook, twitter dan Google+, atau bahkan mengadukan Anda ke polisi atas perlakuan Anda. Kalau sudah begini, bukan hanya bisnis Anda yang akan gulung tikar, Anda dan nama baik Anda mungkin juga akan ngikut .... Jadi hati-hati!
Jujur sih oke, tapi lebih bagus lagi kalau ....
Kalau Anda sudah "jujur" dalam membuat copywriting, sekarang waktunya untuk menjadi seniman. Mengatakan bahwa laptop rakitan Anda sudah dipersenjatai dengan intel Core i7 mungkin sudah cukup bagus, tapi akan lebih bagus lagi bila Anda menggunakan kata-kata tambahan. Seperti ini contohnya ...
"Dengan intel Core i7, laptop Anda tidak hanya lari 2 kali lebih cepat, tapi juga 4 kali lebih pintar daripada processor generasi lama. Itu terjadi karena adanya 4 core dengan 2 threads di masing-masing core-nya"
Entah Anda sependapat dengan saya atau tidak, tapi kalimat di atas mungkin lebih baik dibandingkan dengan kalimat di bawah ini:
"Dengan intel Core i7, laptop Anda akan berjalan lebih cepat dibandingkan laptop berprocessor intel core 2 duo!"
Kalimat di atas memang sudah bisa menjual, tapi tampaknya tidak cukup baik untuk menjelaskan kepada konsumen tentang kelebihan produk yang akan Anda jual.
Jujur sudah, memainkan kata juga sudah, lalu apa lagi ....

iPhone 4s 

Gunakan kata yang singkat dan padat! Apabila ada yang tidak perlu, segera buang jauh-jauh. Mungkin nasihat ini agak keras, tapi bila Anda menilik ke beberapa perusahaan yang sukses dalam menjual produk-produknya, Anda akan mengerti dan bisa menghargai pendapat tadi. Bila tidak percaya, saya mengajak Anda untuk membuka situs apple.com. Sekarang, cobalah masuk ke halaman khusus untuk iPhone 4s. Lihat bagaimana copywriter Apple bekerja untuk mendeskripsikan fitur-fitur utama salah satu gadget terlaris di dunia ini?
Siri
Use your voice to send message, set reminders, search for information, and more. 
Dual Core A5 Chip
Up to 2X faster performance and 7X faster graphics. 
Camera
8 Megapixels. All new optics. Anda 1080 HD video recording.
iOS 5
Notification Center. iMessage. And Over 200 new features.
iCloud
It stores your content and wirelessly push it to all your devices.

Bagaimana? Semua kata yang ada di dalam kalimat copywriting milik Apple iPhone 4s benar-benar tidak ada yang tidak berguna. Semua tampak pas pada tempatnya. Dan inipun didukung dengan fakta yang jujur atas produk itu sendiri. Menggunakan contoh serupa untuk kasus laptop core i7 di atas, mungkin kita bisa membuatnya menjadi seperti ini:
"Baru. Dengan intel Core i7. 2X lebih cepat. 4X lebih pintar. Silahkan datang untuk membuktikan!"
Bravo. Kalimat terakhir tidak hanya mendeskripsikan produk, tapi juga menantang para calon pembeli Anda untuk datang sendiri ke toko kalau ingin membuktikan. Hanya toko yang kredibel yang berani melakukan ini. Dan coba tebak, dari toko komputer seperti apa konsumen ingin sekali membeli? Kredibel dan berani membuktikan janji!

 Bila Anda sudah mampu menulis atau membuat copywriting yang memenuhi ketiga hal di atas, Anda sudah sepantasnya langsung bersyukur karena sebenarnya ketiga hal itu saja sudah bisa menjadi awal yang baik untuk mempromosikan produk-produk Anda. Tapi meskipun begitu, ternyata masih ada beberapa poin lagi yang perlu Anda ketahui tentang penulisan copywriting ini supaya Anda menjadi lebih mantap. Berikut poin yang saya maksud:

1. Know your audience

Know your audience

Ketika membuat copywriting untuk produk Anda, jangan pernah melepaskan imajinasi Anda dari calon konsumen. Misalkan begini, ketika Anda ingin berjualan laptop atau PC, Anda mungkin saja langsung membayangkan target atau pasar yang hendak Anda tuju; mahasiswakah, pelajarkah, karyawankah, institusikah, dan seterusnya. Kepada masing-masing target, Anda tidak dilarang untuk membuat n-bentuk (n adalah jumlah target pasar) copywriting yang berbeda. Jadi, bila Anda ingin menjual laptop/PC kepada 4 target market, Anda boleh-boleh saja - bahkan dianjurkan - untuk menulis empat jenis copywriting yang berbeda.

Empat jenis copywriting yang berbeda ini nantinya bisa Anda susun sesuai dengan selera dan tingkah laku pasar tersebut. Ketika Anda membuat copywriting untuk mahasiswa, mungkin akan lebih baik bila Anda mencatumkan spesifikasi komputer secara lengkap beserta perbandingannya dengan produk lain di kelas yang sama. Ketika menjual kepada pelajar, Anda mungkin lebih menonjolkan kalimat-kalimat yang bisa memvisualisasikan keunggulan laptop/PC dagangan Anda dalam membantu para pelajar tersebut menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Kepada para karyawan, Anda mungkin bisa menjual aspek harga plus performa (plus desain bila Anda menjual ke karyawan perempuan). Terakhir, untuk institusi, Anda jangan ragu-ragu untuk menunjukkan kehandalan serta ketahanan produk dagangan Anda dengan bukti-bukti yang kuat. Bila masih ada space, cantumkan juga kemudahan perawatan (baca: maintenance) produk tersebut untuk periode waktu tertentu seperti setahun, dua tahun, atau 10 tahun.

Pada intinya, di setiap copywriting yang Anda tulis, Anda dituntut untuk bisa menyesuaikan keinginan Anda dengan keinginan dan sifat dari target pasar itu sendiri. Kalau sudah begini, maka saya harus menambahkan satu poin lagi

2. Blind is good. Deaf is nice. Sometimes.

Blind is good

Terkadang menjadi "buta" dan "tuli" itu bagus lho? Di luar sana, khususnya di dunia bisnis, acap terjadi "praktik" di atas "teori". Ini berarti, terkadang segala sesuatu yang dianggap teori ternyata belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya di lapangan. Tapi, kebalikannya hampir selalu benar. Maksud saya, apapun yang Anda bisa buktikan dalam praktik, maka itulah yang akan menjadi teori. Dalam dunia susun-menyusun copywriting, asumsi ini mungkin berlaku juga.

Di sini, saya bilang kalau copywriting yang bagus itu harus singkat dan padat, tapi bisa saja di luar sana, justru yang bisa lebih menjual adalah kata-kata yang panjang dan terkesan bertele-tele. Walau rasanya agak janggal, tapi bisa jadi inilah yang benar karena setiap target pasar umumnya punya selera dan tingkah laku khas. Dan yang terpenting, selalu berubah sepanjang zaman. Dalam tulisan ini, saya bilang "know your audience" tips copywriting yang benar, tapi bila Anda rasa bahwa Anda justru harus "mengenyahkan" imaji audience dari copywriting, maka lakukan saja. Bisa jadi, justru tanpa "identitas", copywriting Anda bisa melanglang ke semua target audience.

Penutup

Dalam dua tulisan, saya sudah mengangkat empat poin yang bisa Anda jadikan inspirasi dalam pembuatan copywriting. Tapi sekali lagi, poin-poin tersebut bukanlah undang-undang dasar 1945 atau sejenisnya, ini semua hanyalah ilmu yang dirangkum dari pengalaman-pengalaman serta best practice yang diambil langsung dari dunia saya, dunia teknologi informasi. Nah, bila Anda mempunyai pemikiran yang berbeda dari saya dan hendak mendobraknya .... well, go a head. Lakukan saja. Dan bahkan bila perlu, Anda boleh melaporkannya ke wimkhan@gmail.com bila Anda berhasil dan sukses mengimplementasikan teknik copywriting di luar keempat poin yang sudah saya beberkan. Bagaimana, tertantang?

Sekali lagi, ini bukanlah tantangan ala preman. Ini adalah tantangan seorang penulis kepada pembacanya yang rata-rata adalah pengusaha. Kita semua masih belajar. Jadi bila Anda punya ide, sudilah kiranya meninggalkan komentar di bawah. Thanks. Semoga bermanfaat. Insyaallah.


Sumber
Sumber2

Kisah tentang Tukang Kecap dan Penaklukan Dapur Amerika

Aha, akhirnya inilah dia buku keempat yang dirilis oleh Malcolm Gladwell setelah sukses dengan tiga karya best seller sebelumnya; Tipping Point, Blink, dan Outliers. Buku keempat yang terbit pertama kali di tahun 2009 ini sebenarnya hanyalah kumpulan artikel sang penulis selama bekerja sebagai penulis di Majalah New Yorker. Artikel tertua yang dimasukkan ke dalam kompilasi ini adalah "Meledak: Cara Nassim Taleb Mengubah Bencana Tak Terelakkan Menjadi Strategi Investasi" yang diambil dari edisi 22 Januari 1996. Sementara yang terbaru berjudul "Paling Mungkin Berhasil: Bagaimana cara mencari pegawai baru kalau tidak tahu siapa yang cocok untuk pekerjaannya?" dicatut dari edisi 15 Desember 2008.
penemu oven
Siapa sangka kalau menjual oven seperti ini bisa menghasilkan miliaran dolar. Ron did it!
What The Dog Saw
Judul buku ini sendiri, "What the Dog Saw Dan Petualangan-Petualangan Lainnya" mungkin sekali diambil dari judul sebuah artikel yang juga dimasukkan ke dalam buku setebal 457 halaman ini; "Apa yang dilihat oleh Anjing: Cesar Millan dan Bahasa-Tubuh Pakar." Di antara ke-19 artikel yang disuguhkan oleh Gladwel dalam buku ini, terus terang tidak semuanya menarik. Setidaknya itulah pendapat saya. Bahkan ada diantaranya yang tampaknya selalu membuat saya ingin tidur ketika membacanya. Termasuk artikel yang judulnya menjadi inspirasi untuk buku ini sendiri.
Tapi, secara keseluruhan saya tetap senang karena beberapa artikel tampil dengan bentuknya yang mempesona khas seorang Gladwell; melompat-lompat dengan akhir yang mengejutkan. Diantaranya adalah "Tukang Jual Kecap: Ron Popeil dan Penaklukan Dapur Amerika", "Terlambat Panas: Mengapa Kita Mengaitkan Kegeniusan dengan Kecepatan Berkarya", dan "Paling Mungkin Berhasil: Bagaimana cara mencari pegawai baru kalau tidak tahu siapa yang cocok untuk pekerjaannya?"
Baiklah, mungkin sebaiknya saya mulai saja ceritanya. Dimulai dari "kesederhanaan" seorang tukang kecap bernama Ron Popeil.
Ngomong-ngomong soal tukang kecap
Baiklah, untuk para pembaca pengusaha muslim yang saya cintai, saya berusaha untuk membeberkan kisah yang mungkin bisa membuat Anda semua bersemangat dulu. Cerita ini adalah tentang Ron Popeil, seorang tukang kecap. Yups, tukang kecap. Awalnya, apa yang ada di pikiran saya mungkin sama dengan apa yang ada di pikiran Anda. Bahwa Ron adalah orang yang membuat atau menjual botol-botol berisi kecap - sebuah cairan kental berwarna hitam yang terbuat dari campuran kedelai dan gula merah yang biasanya berasa manis. Well, tahu tidak? Sebenarnya kita salah. Ron bukanlah manusia seperti itu karena "tukang kecap" yang dimaksud di dalam tulisan ini ternyata lebih mirip seperti penjual obat di Indonesia yang biasanya membuka lapaknya di pasar atau pusat keramaian untuk kemudian menjajakan obat racikannya sendiri serta langsung membuktikan kepada semua penonton di sekelilingnya bahwa obatnya itu memang ampuh dan bisa menyembuhkan penyakit. Kalau yang dijual tukang kecap ini adalah obat untuk menghilangkan jerawat maka sebaiknya Anda hati-hati karena si tukang kecap mungkin akan menarik tangan Anda untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan. Duh, takut.
Tapi Ron bukanlah tukang kecap yang menjual obat. Ron adalah tukang kecap yang menjual perlengkapan dapur. Profesi yang entah bagaimana sudah menjadi sesuatu yang turun temurun hidup di dalam keluarganya. Kakek keponakan dan ayahnya semuanya adalah para tukang kecap. Bedanya adalah apa yang mereka jual, di mana mereka menjual, dan berapa banyak yang bisa mereka dapatkan. Plus satu lagi yang Anda harus tahu, selain jago "ngecap", mereka juga berstatus sebagai "inventor" karena umumnya mereka memproduksi sesuatu dari tangannya sendiri. Tentunya yang masih berkaitan dengan urusan dapur.
Keluarga penemu ... alat dapur
Kakek keponakan Ron yang bernama Nathan Morris awalnya hanya menjadi tukang kecap untuk peralatan dapur buatan perusahaan lain. Sampai akhirnya ia mendirikan perusahaan sendiri dengan dua produk kreasinya; alat pembuat roti lapis dan alat iris Morris Metric Slicer. Sementara keponakannya, Samuel Jacob Popeil - yang notabene adalah ayah kandung Ron - juga mewarisi bakat penemu keponakannya dengan membuat beberapa "mesin dapur" seperti Dial-O-Matic, Chop-O-Matic, dan Veg-O-Matic. Lalu bagaimana dengan Ron?
Ron Popeil tampaknya ditakdirkan untuk mencapai sukses duniawi yang melebihi leluhurnya. Ron adalah pemilik Ronco Inventions. Sebuah perusahaan pembuat alat-alat dapur dengan ratusan pegawai yang berhasil membukukan pemasukan sampai pada kisaran miliaran dollar. Wow. Harusnya Anda tahan dulu "wow" Anda karena apa yang mengejutkan bukanlah jumlah pendapatan Ronco Inventions, melainkan metode yang mereka gunakan supaya bisa mencapai titik sebesar itu.

Tidak seperti biasanya
Secara umum, banyak orang yang percaya bahwa untuk menggerakkan sebuah perusahaan agar bisa menjadi mesin uang bernilai miliaran dolar, maka perusahaan itu harus memiliki divisi-divisi atau tim-tim tertentu. Sebut saja misalnya peneliti pasar, tim litbang, divisi sales, tim marketing, penasihat bisnis, konsultan hukum, biro humas, biro iklan, dan lain-lain. Sekali lagi, kepercayaan di luar sana mengatakan bahwa tanpa unsur-unsur di atas, perusahaan Anda tidak akan pernah menjadi modern dan berhasil. Tapi tahukah Anda, ternyata Ron tidak terlalu memusingkan "unsur-unsur baku" di atas. Apa yang dilakukan oleh Ron sangat sederhana. Ron akan membuat alatnya sendiri lalu menjualnya. Juga "sendiri". Sederhana sekali bukan? Kalau ada ide bagus langsung eksekusi, terus jual sendiri. It's that simple.
Petualangan Ron menjadikan Ronco Inventions menjadi perusahaan dengan nilai miliaran dolar mulai terjadi saat Ron berusaha untuk menjual sendiri alat yang baru saja ia buat, Showtime Rostisserie, sebuah gadget dapur yang berfungsi untuk memanggang ayam dengan cara ditusuk kemudian diputar selagi dipanggang. Ron sadar bahwa kalau saja ia menjual Showtime Rostisserie ini dengan cara lama, yakni membuka lapak di pasar kemudian ngecap sampai lelah, hasilnya tidak akan bisa memenuhi ekspektasi seorang tukang kecap sekaliber Ron.
Karena Ron tahu bahwa tukang kecap yang handal dan sukses umumnya selalu mendemokan produknya dengan sedetil-detilnya langsung di hadapan calon pembelinya. Tapi untuk beberapa kasus, Ron menganggap bahwa cara seperti ini tidak akan bisa digunakan untuk alat-alat dapur yang untuk mendemokannya saja membutuhkan bahan-bahan yang sangat banyak dan mahal sehingga meskipun terjual banyak di lapak, Ron pastilah akan kehilangan banyak juga. Solusinya?
Ngecaplah di TV
Solusi terbaik masalah ini adalah dengan cara membuat tayangan khusus yang berisi adegan-adegan Ron Popeil memeragakan langsung cara menggunakan alat ciptaannya tersebut untuk kemudian menayangkannya via salah satu channel televisi. Ini adalah sesuatu yang masuk akal. Dengan bantuan TV, Ron tidak perlu mengubah caranya ngecap selama ini karena TV di sini hanyalah medium. Sesuatu berwujud kotak inilah yang akan membantunya menyebarkan aksinya sebagai tukang kecap ke seantero amerika. So, Ron tidak perlu mengulangi aksinya berkali-kali - yang akan menghabiskan banyak bahan tetapi menjangkau pelanggan dengan jumlah yang sangat terbatas. Cukup sekali beraksi, rekam, lalu tayangkan. Dan uangpun akan masuk ke kas perusahaan. Tapi tentu saja, di medium baru ini Ron tetap mempertahankan gaya khasnya sebagai tukang kecap, yakni mempresentasikan produknya sebaik mungkin hingga ke detil pemakaian dan kenapa sampai alatnya dibuat seperti itu!
Dan untungya, Ron betul-betul sukses. Pada satu jam acara penayangan perdana, Ron Popeil mampu memicu terjadinya transaksi pada kisaran 800 ribuan dolar. Itu baru pada periode sebelum mencapai satu jam pertama. Uniknya, Ron berhasil melakukan aksi sales yang sangat hebat ini meski acaranya ditayangkan pada pukul 12 Malam. This is just crazy! Jadi sangat masuk akal bila pada akhirnya Ron bersama Ronco Inventions bisa berjaya dengan miliaran dolar di tangan dalam tempo tiga tahunan saja. Subhanallah!
Kesimpulan
Bila Anda adalah pengusaha muslim yang punya modal kemampuan untuk menciptakan sesuatu sekaligus menjualnya, maka cobala meniru Ron Popeil. Tanpa tim litbang, tim pemasaran, tim sales, divisi humas, divisi bla-bla-bla .... pokoknya mulailah saja lalu jual langsung. Tapi dengan gaya Anda sendiri tentunya. Semoga berhasil dan bisa mengalahkan Ron Popeil. Oh ya, jangan lupa, Ron adalah seorang Yahudi. Jangan mau kalah yuk .....

Sumber1
Sumber2

Sunday, December 2, 2012

Tips Sukses Berbisnis Bimbingan Belajar

bimbingan belajar1 220x138 Tips Sukses Berbisnis Bimbingan Belajar
Banyaknya orang tua yang menginginkan anak – anaknya cerdas dan pintar, mendorong para orang tua memberikan anak – anak mereka les tambahan diluar jam sekolah. Hal ini menjadi peluang usaha bagi para pelaku bisnis maupun para pendidik. Apabila kita mempunyai kemampuan  di bidang ilmu pengetahuan yang bagus serta bisa sabar dalam menghadapi anak – anak, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menangkap peluang usaha tersebut.
Bisnis bimbingan belajar telah berkembang sejak lama, bisnis ini manjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Bahkan, kini banyak lembaga bimbingan belajar yang berkembang menjadi franchise. Sasaran pengguna jasa dari usaha ini cukup beragam, mulai dari anak SD hingga SMA. Baik bimbingan belajar secara regular ataupun bimbingan belajar program musiman yang biasanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian semester ataupun kelulusan dan ujian masuk sekolah ke tingkat selanjutnya.
Bisnis ini termasuk mudah, karena hanyalah mengandalkan kemampuan kita dalam ilmu pengetahuan dan ilmu mendidik anak. Untuk memulai bisnis ini, berikut kami berikan beberapa tips yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha bimbingan belajar.
  1. Kemampuan mendidik anak – anaka atau remaja ( tergantung tingkatan pendidiknya ), menjadi modal utama dari bisnis ini.
  2. Kemampuan mencari tenaga pendidik yang sesuai dengan bidang pelajaran masing – masing.
  3. Menguasai materi – materi pelajaan dasar, seperti matematika dan ilmu exact lainnya.
  4. Megajarkan materi bimbingan yang tidak jauh berbeda dengan materi yang akan diujikan.
  5. Mengatur jadwal bimbingan belajar yang sesuai, baik untuk murid maupun untuk tenaga pengajar.
  6. Membuat modul pengajaran untuk setiap paket bimbingan belajar.
  7. Kemampuan bekerjasama dan berkoordinasi dengan tenaga pengajar dan tenaga pembantu lainnya.
  8. Mempunyai bangunan dengan banyak ruangan atau kelas untuk proses belajar – mengajar, administrasi, ruang tamu / ruang tunggu, kamar mandi, dan lahan parkir.
  9. Inventaris kelengkapan belajar juga harus tersedia, seperti kursi, meja, dan whiteboard.
  10. Modal untuk kegiatan operasional, diantaranya buku modul, ATK serta gaji pengajar dan  tenaga pembantu lainnya seperti bagian administrasi dan keuangan, serta bagian kebersihan.
usaha bimbel 213x219 Tips Sukses Berbisnis Bimbingan Belajar
Bila semua telah terpenuhi, maka tahapan selanjutnya adalah strategi pemasaran yang harus dipikirkan. Untuk memperoleh hasil bimbingan yang berkualitas, carilah pengajar dari sumber yang terpercaya kualitasnya, misalnya saja para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Selain pengajar yang berkualitas, tempat yang strategis juga sangat berperan penting bagi bisnis tersebut. SDM, dan tempat yang strategis juga harus didukung dengan fasilitas lengkap serta urusan administrasi yang jelas. Dengan kualitas yang bagus, maka promosi pemasaran yang dilaksanakan juga tidak akan susah dilakukan. Dengan menjalin kerjasama dengan sekolah – sekolah yang ada di sekitar, menjadi salah satu cara promosi yang efektif selain membagikan brosur, pamflet, serta membuat program – program khusus potongan harga. Dengan begitu sukses dengan menjalani bisnis jasa bimbingan belajar tidaklah sulit diraih lagi. Berbisnis jasa, bisnis sepanjang masa. 
Salam sukses selalu untuk usaha yang dijalankan.
 

Tips Menjadi Mitra Franchise yang Sukses

Dalam sistem franchise (waralaba) keberadaan seorang mitra tentunya menjadi salah satu kebutuhan utama selain modal usaha. Bahkan bisa dikatakan keberhasilan bisnis franchise tidak terlepas dari kiprah dan dukungan para mitra yang bergabung dibawahnya. Hal itulah yang membuat sebagian besar franchisor melakukan seleksi cukup ketat dalam memilih calon mitra, karena mereka tidak menginginkan brand miliknya tercoreng akibat perilaku mitra yang kurang bertanggungjawab.


Memutuskan untuk membeli bisnis franchise bukan berarti melimpahkan semua tanggung jawab kepada franchisor. Karena sebagai mitra Anda pun memiliki kewajiban penuh untuk mengembangkan bisnis tersebut. Berhasil tidaknya bisnis franchise yang dijalankan di setiap lokasi tergantung oleh franchiseenya. Sehingga Anda sebagai seorang franchisee diwajibkan untuk mengikuti sistem kemitraan yang telah disepakati dan menjaga nama baik brand yang ditawarkan. Bagaimana cara menjadi mitra franchise yang sukses? Berikut tipsnya, yaitu:

a. Untuk menjadi franchisee yang sukses, sebaiknya mulailah dengan menyukai peluang bisnis yang akan Anda geluti. Bagaimanapun juga keberadaan passion atau kecintaan kita terhadap suatu bidang akan memudahkan langkah kita untuk menjalankan bisnis tersebut secara optimal. Jika dari awal franchisee sudah menyukai bidang tersebut, maka secara tidak langsung mereka akan merasa memiliki bisnis tersebut. Sehingga kemungkinan untuk meninggalkan tanggung jawab di tengah perjalanan semakin kecil.

b. Memberikan peran aktif  bagi bisnis franchise yang dijalankan. Meskipun Anda menjadi mitra dari seorang franchisor yang memberikan dukungan dengan total, namun tidak seharusnya Anda menjadi mitra yang pasif dan sangat tergantung dengan franchisor Anda. Karena Anda juga memiliki tugas yang sama untuk mengenalkan dan mengembangkan bisnis tersebut di pasaran. Jadi tidak hanya menginvestasikan sejumlah dana saja, namun juga memberikan tenaga dan pikiran Anda untuk mengembangkan bisnis franchise yang dijalankan.

c.  Mengikuti sistem franchise yang berlaku. Sebagai seorang franchisee, sudah sewajarnya bila Anda mematuhi dan mengikuti segala sistem yang telah ditetapkan franchisor dalam perjanjian kemitraan. Sehingga kerjasama yang terjalin dapat berjalan baik, tanpa ada perselisihan antara franchisee dan franchisornya.


d. Meningkatkan ilmu dan skill di dunia usaha. Sebagai seorang mitra Anda dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan luas di bisnis tersebut. Hal ini penting, karena Anda membutuhkan strategi-strategi jitu untuk mengembangkan bisnis sekaligus membangun image atau citra baik dari merek yang ditawarkan.


Setelah membahas beberapa tips bisnis yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang franchisee ideal, diharapkan dapat memberikan manfaat para pembaca yang tertarik dengan dunia franchise. Jadilah franchisee yang ideal dan jadilah pelaku bisnis yang benar-benar andal.

Sumber 

Tips Sebelum Resign dan Mulai Berbisnis

Anda memimpikan untuk bekerja di rumah, tanpa mengganti baju tidur sambil minum kopi di meja kerja sebelah kasur atau apapun alasannya? Anda tidak sendiri, banyak orang mendambakan bekerja tanpa harus keluar dari rumah tetapi tetap menghasilkan uang.

Sepertinya memang menyenangkan, tapi butuh kerja keras dan dedikasi tinggi. Jika anda serius untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan bisa menentukan tempat bekerja yang sesuai keinginan anda, berikut ini ada beberapa tips dikutip dari Financial Edge.

1. Analisa Situasi Keuangan Anda

Langkah terpenting dalam memulai usaha sendiri adalah mengetahui pemasukan dan pengeluaran anda setiap bulan. Termasuk untuk apa dan bagaimana pengeluaran dan pendapatan tersebut didapat. Perusahaan anda layak mendapatkan semua itu sejak awal dibangun.

Hitunglah seluruh keuangan anda dengan baik, tak hanya keuangan pribadi tapi juga perkiraan biaya yang diperlukan untuk membuka usaha sendiri tersebut. Berapa banyak uang yang diperlukan untuk memulai? Berapa biaya operasinya setelah satu minggu berjalan? Dengan angka-angka ini di tangan, kemampuan finansial anda akan terlihat dengan jelas.

2. Perhatikan Stabilitas dan Disiplin Diri Sendiri

Uang bukan hanya faktor utama dalam menjalankan bisnis sendiri. Anda juga harus tahu bagaimana bertindak dan disiplin menjadi seorang bos bagi diri sendiri. Lihat beberapa poin di bawah ini:

    Tingkat emosi: Apakah anda mudah marah atau panik? Apa anda sulit berpikir saat ada masalah? Bagaimana sikap anda menghadapi tekanan kerja?
    Faktor pendukung: Apakah anda mendapat dukungan dari keluarga dan teman dekat? Apakah anda punya seseorang yang mahir dalam bisnis, seseorang yang bisa dimintai bantuan dalam mengambil keputusan dan meminta masukan?
    Keahlian manajemen: Apakah anda terlalu bekerja keras? Anda terbiasa kerja dengan tenggat waktu? Bisa memimpin organisasi?


Menjadi bos bagi diri sendiri berarti anda harus benar-benar menghargai waktu, uang dan proyek.

3. Rancang Rencana Kerja

Jika anda menjadi bos, berarti anda akan punya karyawan, jadi bagaimana rencana kerjanya nanti? Jangan tentukan rencana kerja setengah hati karena ini merupakan bisnis yang akan menjadi penopang hidup anda.

Misalkan anda berniat menjadi konsultan bisnis, jangan hanya berhenti sampai di situ. Tentukan juga konsultan bisnis di sektor industri apa anda akan bergerak. Sekalian tentukan juga siapa klien-klien potensial anda.

4. Mulailah Bekerja Paruh Waktu

Biasanya butuh beberapa bulan untuk benar-benar mulai menjalankan bisnis sendiri secara penuh. Untuk memulainya, anda bisa lakukan dengan cara paruh waktu. Sebagian besar waktu anda lakukan dengan bekerja di kantor yang sekarang anda punya. Akhir pekan tiba, jalankan bisnis pribadi anda tersebut.

Mengapa harus perlahan-lahan? Kenapa tidak langsung fokus sekaligus? Alasannya, mencari klien tidak semudah yang anda bayangkan, perlu banyak waktu dan tenaga. Bahkan, waktu kerja anda tidak akan terlalu padat saat awal memulai bisnis, jadi untuk apa menghabiskan banyak waktu kalau anda punya pekerjaan yang lebih penting.

Tunggu sampai benar-benar klien dan keuangan anda siap dikerjakan secara total. Sementara ini lakukan dua pekerjaan sekaligus dulu. Memang anda akan lebih sibuk, tapi ini akan membantu anda dalam mengatur manajemen waktu.

5. Jalankan Masa Transisi

Ketika jumlah klien sudah mulai banyak, keinginan untuk bekerja di rumah akan semakin besar. Pada titik ini, anda memasuki masa transisi yang sangat penting.

Jika memungkinkan, mintalah pada bos anda saat ini untuk mengurangi jam kerja anda, sehingga bisa lebih fokus ke bisnis pribadi. Jika tidak memungkinkan, maka anda harus bekerja lebih keras. Dari sisi keuangan, semakin anda berhemat maka semakin baik untuk bisnis.

6. Siapkan 'Kantor'

Segera setelah semua elemen siap, anda sudah menjadi sebuah entitas bisnis yang legal. Urus semua urusan administrasi untuk keperluan pembentukan perusahaan supaya tidak ada aspek hukum yang bisa mengganjal anda di kemudian hari. Mintalah bantuan profesional untuk mengurus semua ini.

Anda harus segera mengakhiri masa transisi ini dengan menentukan pilihan, apakah anda sudah siap mengerjakan bisnis pribadi atau masih ingin jadi karyawan? Semakin cepat masa transisi ini terselesaikan maka semakin cepat pula bisnis anda dimulai.

7. Jangan Putus Hubungan

Ketika sudah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan tempat anda bekerja selama ini, lakukan secara profesional. Beberapa rekan kerja anda di tempat yang lama kemungkinan bisa membantu bisnis anda ke depan. Jangan sampai putus hubungan hanya karena anda keluar dari pekerjaan saat ini.

8. Pastikan Pekerjaan Terus Mengalir

Kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah memastikan pekerjaan terus mengalir. Atur semua jadwal pekerjaan yang paling baru paling utama, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertinggal. Kini, semua tergantung anda sendiri, mulai dari mencari klien sampai mendapat pemasukan setiap akhir bulan.

Sumber


7 Langkah Memulai Bisnis Rumahan

Bisnis rumahan awalnya adalah sebuah sambilan. Namun tak jarang bisnis ini menjadi sebuah pekerjaan utama bagi sebagian orang. Sebagai sebuah pekerjaan utama dan dikelola secara serius, bisnis rumahan pun bisa berkembang jadi sebuah industri yang tidak hanya menambah pemasukan keluarga, bahkan bisa menghidup banyak orang. Berikut ini 7 langkah memulai bisnis rumahan.
1. Libatkan keluarga dalam perencanaan bisnis. Pertimbangkan juga meminta pendapat dari para tetangga. Namun hati-hati, bisa saja mereka iri kemudian menjelek-jelekan produk atau jasa kita, sehingga akan memunculkan keraguan.
2. Pastikan segalanya telah siap sebelum memulai usaha. Supaya tidak lupa, alangkah baiknya membuat daftar mengenai apa saja yang harus ada sebelum sebuah usaha dimulai. Jika daftar sudah dibuat pastikan tidak ada yang tertinggal.
3, Tekan biaya seminimal mungkin. Kuncinya adalah tidak semua peralatan kerja dan sarananya harus baru.
4. Tahu secara mendalam mengenai produk atau jasa yang akan dijual. Kita harus mengetahui manis dan tidak manisnya usaha yang akan dijalankan.
5. Perlakukan semua konsumen dengan standar yang baik. Yang jelas, jika pelayanan kita ramah, minimal mereka akan mengingat kita karena kesan pertama yang sangat baik.
6. Harga jual yang masuk akal sesuai dengan target konsumen.Jika belum berpengalaman, yang paling mudah adalah melihat harga pesaing sejenis yang memiliki ciri hampir sama dengan kita.
7. Selalu siap dengan perubahan. Kita harus terus memperbaiki kualitas produk dan di sisi lain terus mencoba agar dapat berproduksi secara lebih efisien.
Hmmm, bagaimana Anda sudah siap dengan bisnis rumahan atau paling tidak sudah mulai terpikir bisnis apa yang bisa dijajaki. Selamat berbisnis.

Sumber 

Pertanyaan Sebelum memulai Bisnis Rumahan

Memulai bisnis kecil membutuhkan keberanian. Namun, untuk menjadi sukses, untuk bertahan dalam bisnis, Anda membutuhkan lebih dari sekedar keberanian.
Anda memerlukan kombinasi dari kerja keras, keterampilan, ketekunan, dan banyak keberuntungan.
Nah, berikut adalah beberapa pertanyaan penting yang harus Anda tanyakan pada diri Anda sendiri ketika memulai bisnis rumahan:
Bagaimana saya menghidupi keluarga, sementara saya sibuk membangun bisnis?
Pertanyaan ini harus disesuaikan dengan masing-masing individu. Jika memungkinkan,  simpanlah uang yang memungkinkan Anda untuk membiayai keperluan keluarga setidaknya untuk 2 tahun kedepan.
Cara lain yang banyak orang lakukan adalah memulai bisnis mereka setelah pekerjaan rutin. Barulah mereka fokus secara total setelah bisnis yang mereka jalankan menghasilkan pendapatan pada tingkat tertentu.
Apa kemampuan saya?
Sangat penting untuk mengetahui bakat dan kemampuan  Anda dalam menjalankan bisnis. Lakukan apa yang Anda suka dan putuskan apa yang terbaik yang dapat anda lakukan.
Evaluasi keterampilan Anda dan menentukan apakah Anda memiliki semua hal penting yang bisnis Anda perlukan, atau apakah Anda dapat mengembangkan mereka atau memperkerjakan seseorang yang sudah memiliki kunci sukses. Tidak banyak dari mereka yang memiliki banyak keterampilan. Seperti mencari cara untuk mengimbangi kelemahan Anda.
Apakah ada pasar untuk produk atau layanan yang saya pilih?
Berhati-hatilah sebelum Anda menginvestasikan uang! Salah satu langkah untuk melihat ide bisnis Anda adalah mengetahui lebih banyak tentang pasar bisnis Anda.
Lakukan riset pasar untuk menentukan siapa yang akan membeli produk atau jasa Anda dan mungkinkah mereka bersedia untuk membelinya.
Cari tahu dengan membuat beberapa pertanyaan langsung kepada perusahaan, pesaing, atau perusahaan yang memasarkan produk serupa dengan Anda.
Dengan begitu Anda akan memiliki data yang baik untuk berkompetisi. Pastikan bahwa pasar untuk ide bisnis Anda ada, dan itu cukup besar untuk mendukung bisnis Anda dan mengujinya pada skala kecil.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan bisnis ini untuk mencapai tujuan keuangan saya?
Teman terbaik dari pengusaha sukses adalah kesabaran. Bisnis ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk dikenal, mengumpulkan pelanggan, atau balik modal. Terutama pada perusahaan  start-up, di mana kegagalan paling banyak terjadi, komitmen pribadi Anda secara total adalah suatu keharusan.
Ini adalah pertanyaan untuk mengetahui berapa banyak waktu yang perlu Anda dedikasikan untuk bisnis. Pada titik ini, mungkin Anda bekerja sepanjang hari,  malam,  akhir pekan, dan profitabilitas yang konsisten.

Sumber 

Bisnis Rumahan: 10 Hal yang Wajib Anda Tahu

Semakin banyak orang yang ingin menjadi pengusaha, atau ingin menjadi bos setidaknya untuk diri mereka sendiri.
Lantas, bagaimana mewujudkan keinginan tersebut? Apa yang dibutuhkan untuk memulai bisnis… dan berhasil?
Memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha hanya langkah awal dari perjalanan yang panjang. Banyak hal yang harus dilakukan, mulai dari persiapan sampai birokrasi.
Berikut sepuluh hal yang perlu Anda tahu dan kapan untuk memulai bisnis Anda sendiri:
Tahu apa yang akan Anda lakukan
Ketika Anda memutuskan untuk memulai sebuah bisnis rumahan, pertanyaan awal yang perlu Anda tanyakan adalah apa yang akan saya lakukan? Memang, ada begitu banyak pilihan bisnis diluar sana, tapi tidak mudah untuk menemukan bisnis yang tepat.
Apa yang Anda butuhkan untuk memulai?
Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan setelah menemukan apa yang Anda butuhkan adalah mencari cara bagaimana menjalankannya.
Apakah keterampilan Anda sesuai dengan bisnis yang akan Anda geluti? Misalnya, jika Anda ingin mendirikan bisnis katering, apakah Anda bisa memasak atau apakah Anda memiliki seseorang yang mau memasak untuk Anda? Jika Anda ingin memulai bisnis online apakah Anda tahu HTML dasar?
 Buatlah daftar tentang apa yang dibutuhkan bisnis Anda dan apa yang perlu Anda miliki untuk mencapai keberhasilan. Mungkin pengetahuan tentang bisnis, keterampilan, peralatan sertifikasi, dan membeli peralatan yang diperlukan. Jika Anda tidak memiliki rencana bagaimana Anda bisa menjalankannya?
Peraturan pemerintah seperti apa yang perlu Anda ikuti?
Salah satu persyaratan yang perlu Anda pastikan ketika memulai sebuah bisnis adalah memiliki semua persyaratan dari pemerintah yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut.
Berapa modal yang Anda butuhkan untuk memulai?
Ini merupakan pertanyaan dasar yang dapat mempengaruhi sebuah bisnis. Ini juga merupakan cara untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mampu menjalankan sebuah bisnis tertentu.
Jika Anda ingin memiliki sebuah bisnis restoran tapi tabungan Anda dirasa belum cukup Anda bisa mengajukan pinjaman ke bank, saudara, investor atau Anda ingin bersabar sampai tabungan Anda dirasa cukup untuk memulainya.
Lantas bagaimana Anda mengetahui berapa modal yang dihabiskan oleh sebuah bisnis tertentu? Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari referensi buku yang sesuai dengan bisnis yang ingin Anda jalankan. Sering kali buku-buku ini menyajikan perkiraan dan rincian biaya yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis.
Berapa banyak uang yang ingin Anda hasilkan?
Memang, jumlah pendapatan yang dihasilkan sebuah usaha tergantung pada banyak faktor yang sulit diprediksi.  Tapi, memiliki beberapa ide tentang perkiraan pendapatan dapat membantu memicu semangat Anda. Target yang tinggi dapat memotivasi Anda untuk bekerja lebih keras.
Dimana Anda bisa mendapatkan bantuan?
Ada saat dimana Anda merasa perlu untuk mendapatkan beberapa saran atau bantuan yang berkaitan dengan strategi. Terutama jika Anda menjalankan bisnis sendirian. Terkadang, seorang mentor dapat menunjukkan peta jalan/roadmap untuk kesuksesan bisnis Anda.
Banyak survei yang menunjukkan bahwa pemilik bisnis yang memiliki mentor tingkat kemajuan bisnisnya lebih signifikan daripada mereka yang tidak memilikinya.
Apa yang akan Anda lakukan untuk mencapai target pasar Anda?
Salah satu kesalahan umum yang paling fatal ketika seseorang memulai sebuah bisnis adalah mereka berasumsi bahwa pelanggan akan berbondong-bondong ke bisnis Anda dengan segera. Padahal, Anda harus bekerja keras untuk menemukan pelanggan dan memberitahu mereka tentang produk Anda.
Ketika Anda memulai sebuah bisnis, sangat penting untuk mengetahui target pasar Anda dan bagaimana Anda dapat menghubungi mereka. Sebuah rencana pemasaran dapat membantu Anda memikirkan strategi pemasaran, membuat pernyataan posisi Anda, mengindetifikasi target pelanggan Anda, dan merumuskan strategi dengan jadual yang sesuai untuk menjangkau mereka.
Bagaimana Anda memulai?
Ini adalah langkah dimana Anda benar-benar merencanakan langkah-langkah yang lebih spesifik untuk memulai dan menjalankan bisnis. Pada tahap ini, Anda harus sudah menyelesaikan semua rencana bisnis. Ini juga merupakan peta jalan/ roadmap Anda untuk sukses. Tanpa itu Anda akan kesulitan ketika menghadapi pasang surut kewirausahaan.
Apa alat yang akan Anda gunakan untuk mengoperasikan sekaligus meningkatkan pekerjaan Anda?
Teknologi harus menjadi teman terbaik Anda. Bagaimana komputer membantu meningkatkan keuntungan Anda? Apa gadget yang dapat membantu meningkatkan produktivitas Anda? Apa ada software yang dapat Anda gunakan untuk membuat Anda lebih mudah dalam menjalankan bisnis?
Terbukalah pada setiap perkembangan teknologi dan mencari tahu bagaimana teknologi tersebut dapat Anda manfaatkan untuk kemajuan bisnis.
Exit strategy              
Exit strategy bukan berarti Anda menyerah, Anda hanya perlu tahu kapan Anda mengucapkan selamat tinggal, dan dalam keadaan seperti apa Anda mengatakan selamat tinggal. Ini bukan tentang pesimisme melainkan tentang perencanaan yang cerdas.
Exit strategy harus berdampingan dengan tujuan bisnis Anda. Apakah Anda berpikir mengembangkan sebuah bisnis untuk menjualnya kelak dan memungkinkan pensiun lebih dini atau atau Anda akan membuat sebuah proyek baru?  Apakah Anda memiliki rencana untuk menyerahkan kendali bisnis kepada anak-anak Anda kelak?
Masalahnya adalah banyak pemilik usaha yang tidak memiliki exit strategy. Akibatnya mereka tidak mampu untuk merencanakan bagaimana untuk mencapai tujuan mereka tersebut. Mereka tidak mampu memaksimalkan nilai dari penjualan bisnis dan memastikan bahwa itu adalah menarik bagi pembeli. Atau mereka belum mampu menciptakan bisnis yang investor inginkan.
Sebuah exit strategy yang relistis dan nyata harus menjadi komponen penting dari rencana bisnis Anda. (UTM/CS).

Apa yang Menginspirasi Para Pengusaha Sukses?

Apa yang menginspirasi para pengusaha sukses? Apa kata-kata bijak yang mempengaruhi setiap tindakan dan pikiran mereka?
Paul Thornton dalam bukunya “Leadership-Off the Wall” melihat para pemimpin dan pengusaha sukses memasang kutipan di dinding dan meja kantor mereka.
Kata-kata yang mereka pajang di sekitar mereka biasanya merupakan tentang prinsip-prinsip dan mereka telah melakukannya untuk mencapai keberhasilan.
Berikut adalah beberapa kutipan dari dinding kantor yang ditampilkan oleh para pemimpin terkenal dan pegusaha paling sukses saat ini:
“It CAN Be Done!” kata-kata ini di pajang di atas meja Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan.
“It’s not enough to say we are doing our best. We must succeed in doing what is necessary – demikian bunyi tulisan dalam bingkai di atas meja Winston Churcill  selama perang dunia kedua.
“#1 Priority is Company Culture” – di atas meja Tony Hsieh, CEO Zappos.com.
Hal paling sulit adalah ketika memutuskan untuk bertindak, sisanya hanyalah keuletan. Ketakutan adalah harimau kertas. Anda bisa melakukan apa saja jika memutuskan untuk melakukannya. Anda yang bertindak untuk mengubah dan mengendalikan hidup Anda sendiri.

10 Karakter Entrepreneur Sukses yang Mudah Ditiru




www.marketing.co.idJika mau menjadi seorang entrepreneur sukses memang bukan segampang membalikkan telapak tangan. Tidak semua orang bisa berhasil menjalankan usahanya dan menjadi pebisnis yang handal. Dibutuhkan kerja keras, tekad dan karakter yang kuat untuk bisa mewujudkan hal tersebut.
Sebenarnya banyak entrepreneur yang sukses yang ada di Indonesia, dan mereka kebanyakan belajar dari dasar hingga menuai kesuksesan. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana mempunyai karakter-karakter yang mengantar mereka menjadi entrepreneur sukses.
Berikut sepuluh karakter yang mengangkat mereka menuai kesuksesan yang mudah ditiru.
1. Mempunyai kedisiplinan diri yang kuat
Kunci utama kesuksesan seorang entrepreneur itu harus disiplin yang dimulai dari diri sendiri. Dengan membiasakan diri untuk disiplin, maka secara tidak langsung bisnis yang Anda jalankan bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan dan mendapatkan kepercayaan dari para konsumen.
2. Selalu kreatif dan inovatif
Seorang entrepreneur sukses selalu memiliki ide-ide segar untuk menciptakan inovasi dan kreasi baru bagi perkembangan bisnisnya. Tingginya tingkat kreativitas yang Anda miliki menjadi salah satu modal utama bagi bisnis Anda, sehingga tidak kalah bersaing dengan bisnis lainnya yang ada di pasaran.
3. Harus mampu memotivasi diri sendiri
Sebagai seorang pengusaha, Anda berperan sebagai bos bagi diri sendiri maupun bagi usaha yang sedang dijalankan. Jika diibaratkan sebuah kapal, maka Andalah yang memegang kendali kapal tersebut. Jadi sebisa mungkin jaga terus motivsi diri Anda, tetap semangat dan jalankan usaha tersebut sebaik-baiknya.
4. Seorang entrepreneur mempunyai jiwa pemimpin
Karakter pemimpin wajib dimiliki seorang pengusaha untuk mengarahkan bisnisnya menuju puncak kesuksesan. Terkadang sebagai seorang pengusaha, Anda dituntut untuk bisa mengambil keputusan dengan bijak tanpa harus merugikan pihak manapun. Karenanya, jadilah pemimpin yang baik bagi diri sendiri, karyawan, dan bagi perkembangan bisnis Anda.
5. Harus bisa memanfaatkan waktu sebagai peluang
Istilah “Waktu adalah uang” merupakan gambaran yang tepat bagi para pelaku usaha. Sebab setiap waktu yang terlewati dimanfaatkan untuk menciptakan peluang-peluang baru dalam rangka mengembangkan usahanya. Jadi tidak ada salahnya bila Anda mencoba mengatur waktu sebaik-baiknya untuk mencapai target-target yang telah Anda impikan.
6. Tidak takut mengambil resiko alias berani
Terkadang seorang pengusaha memandang sebuah resiko sebagai peluang. Naluri inilah yang mendorong para pelaku usaha menjadi seorang “petarung” yang berani mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sebab, pada dasarnya dalam setiap masalah selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
7.  Selalu termotivasi untuk menciptakan prestasi
Seorang pengusaha sukses selalu memiliki visi dan misi yang jelas dan berusaha menjadikannya sebagai sebuah prestasi yang harus segera diwujudkan. Dengan pemikiran tersebut, maka Anda akan selalu termotivasi untuk menciptakan prestasi-prestasi baru guna mencapai puncak sukses yang telah diimpikan.
8. Harus berkarakter mandiri
Sebagai seorang entrepreneur, Anda memiliki tanggungjawab penuh atas kemajuan bisnis yang dijalankan. Apa pun yang terjadi pada bisnis tersebut semua tergantung pada diri Anda. Karena itulah dibutuhkan karakter mandiri agar segala hal yang terjadi pada bisnis Anda bisa diselesaikan dengan baik.
9. Tidak berhenti untuk belajar dan selalu menambah wawasan
Bagi calon pengusaha sukses, proses pembelajaran tidaklah berhenti di bangku pendidikan formal saja. Setiap jam adalah belajar, baik belajar dari buku, belajar dari ahlinya langsung, maupun belajar dari pengalaman yang di dapatkannya di kehidupan nyata. Semakin sering Anda belajar, maka semakin luas pula wawasan yang bisa Anda jadikan sebagai modal usaha.
10. Seorang entrepreneur  sukses pantang menyerah
Kegagalan mungkin sudah menjadi bagian dari perjalanan para pengusaha sukses di Indonesia. Namun kegagalan yang mereka alami tidak lantas membuatnya putus harapan dan berhenti menjalankan usahanya. Jiwa pantang menyerah telah tertanam di dalam diri mereka, sehingga selalu ada cara baru untuk bangkit dari kegagalan yang mereka alami. Karakter inilah yang wajib Anda miliki agar kesuksesan yang Anda impikan bisa terwujud sesuai target yang telah ditentukan.
Semoga karakter-karakter itu bisa dijadikan inspirasi dan motivasi bagi Anda agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang sukses. (HN)

Sumber 

PELUANG BISNIS PEMBAYARAN ONLINE Pembayaran via internet: Fee recehannya segudang


PELUANG BISNIS PEMBAYARAN ONLINE

Pembayaran via internet: Fee recehannya segudang


Telah dibaca sebanyak 3120 kali
Pembayaran via internet: Fee recehannya segudang
Usaha jasa perantara pembayaran online menjanjikan laba besar. Pelaku usaha ini mengaku bisa mengembalikan modal yang telah mereka keluarkan kurang dari satu tahun. Dengan biaya operasional yang kecil, untung pun bisa maksimal.

Kemajuan transaksi pembayaran via internet (online) telah melahirkan beragam peluang usaha baru. Salah satu usaha yang tengah marak saat ini adalah penyediaan jasa perantara pembayaran online atau payment point online bank (PPOB).

Jangan keburu bingung. Tak serumit namanya, usaha ini sebenarnya sangat sederhana.  Gampangnya, pengusaha PPOB menjadi perantara pembayaran untuk aneka tagihan seperti listrik, air, pulsa, televisi berbayar, ataupun pinjaman dari multifinance. Dus, ketimbang harus repot mengantre di bank atau loket pembayaran, konsumen bisa membereskan semua tagihannya via PPOB. Cepat dan praktis!

Pengusaha PPOB bisa menyediakan jasa itu karena mereka memiliki kerja sama dengan perusahaan yang mengeluarkan tagihan atau sering disebut biller. Bermodal kerja sama itu, mereka memperoleh akses terhadap data pelanggan si biller. Agar bisa melakukan pembayaran secara online, biasanya, PPOB juga memiliki kerja sama dengan bank.

Peminat layanan ini cukup tinggi, lo. Tengok saja jumlah anggota (member) fastpay.co.id yang mencapai 37.000. Padahal, fastpay.co.id yang berada di bawah naungan PT Bimasakti Multiwealth baru memulai usahanya pertengahan 2010.

Pemain lain di bisnis ini adalah ppobnusantara.com yang sudah memiliki 12.000 agen. “Agen kami tersebar di 29 provinsi dan 4 negara,“ kata Ditto Anindita, salah seorang pemilik ppobnusantara.com. Catatan saja, agen adalah mitra yang berhubungan langsung dengan konsumen. Situs ppobnusantara.com berdiri pertengahan tahun lalu. Situs itu merupakan usaha patungan dua perusahaan, yaitu PT Ruangkerja Software Engineering dan CV Bakoel Corporation.

Manajer fastpay.co.id Bagus Cahyono bercerita, peminat jasa perantara pembayaran ini berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Di Jawa, pelanggan fastpay tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi alias kawasan Jabodetabek, serta Jawa Barat.

Di luar Pulau Jawa, pelanggan fastpay.co.id ada di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Menurut Bagus, jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan oleh pelanggannya adalah pembayaran tagihan PLN, telepon, pembayaran pulsa, serta pembelian tiket kereta api.

Cerita Bagus itu menggambarkan betapa besarnya potensi pasar bisnis ini. Daya tarik lainnya adalah kebutuhan modal yang tak besar. “Usaha ini juga menjanjikan modal cepat kembali. Tidak sampai satu tahun,” kata Ditto.

Berdasarkan penelusuran KONTAN, lazimnya, para pengusaha PPOB memakai dua strategi dalam menjaring penghasilan. Pertama, PPOB memberikan pelayanan langsung ke konsumen. Kedua, PPOB merekrut agen, mitra, atau member untuk melayani konsumen. Pada cara kedua ini, PPOB tidak langsung bersentuhan dengan konsumen.

Situs ppobnusantara.com adalah contoh PPOB yang memilih strategi kedua. Mereka memilih mengandalkan agen karena skema pengelolaannya lebih sederhana. “Kami fokus melayani komplain, pelatihan, dan informasi dari loket atau agen,” tutur Ditto.

Untuk menggaet mitra sebanyak-banyaknya, ppobnusantara.com mencari calon agen melalui iklan di website, Twitter, Facebook, dan pameran industri kreatif. “Kami juga menunjuk koordinator wilayah sebagai penanggung jawab di wilayah tersebut,” kata Ditto.

Sementara itu, fastpay.co.id memilih cara gado-gado. Mereka melayani langsung pembayaran dari konsumen dan sekaligus menjaring agen.


Menjadi agen

Anda tertarik untuk menjajal usaha ini? Berdasar ulasan tersebut, tampak, ada dua pilihan usaha untuk Anda: menjadi pengusaha PPOB atau cukup menjadi agen.

Yang termudah, tentu, menjadi agen atau member PPOB yang sudah beroperasi. Dengan sedikit modal duit dan kemauan, Anda sudah bisa menjadi agen PPOB.

Calon agen, mitra, atau member bisa mendaftar langsung mendaftar melalui website setiap PPOB. Ada biaya pendaftaran, tapi murah. Rata-rata, PPOB memungut biaya berkisar Rp 350.000 hingga Rp 500.000. Perusahaan PPOB akan memanfaatkan uang pendaftaran itu sebagai deposit yang bisa ditarik kembali.

Setelah membayar, Anda akan memperoleh kode agen serta username dan kata kunci (password) untuk mengakses sistem pembayaran yang disediakan PPOB. Nah, begitu, urusan pendaftaran beres, agen atau member sudah bisa menerima pembayaran tagihan dari para konsumen.

Karena proses pembayaran dilakukan secara online (web based), tentu saja, Anda harus memiliki komputer yang terkoneksi dengan internet. Agar bisa memberikan bukti pembayaran kepada konsumen, agen juga mesti memiliki printer.

Di tahap awal operasi, sebaiknya, Anda juga mengalokasikan dana untuk promosi. Misalnya untuk membuat spanduk atau brosur.

Bagaimana dengan tempat usaha? Inilah enaknya menjadi agen. Anda tidak memerlukan tempat usaha yang khusus untuk membuka loket pembayaran. Agen bisa beroperasi di mana saja, termasuk di rumah.

Jumlah karyawan juga tak perlu banyak-banyak. “Tidak perlu karyawan banyak. Cukup satu saja,” kata Ditto.

Lantas dari mana sumber pendapatannya? Anda akan mendapatkan pembagian fee dari PPOB untuk setiap transaksi pembayaran. Perlu dicatat, besar fee untuk setiap transaksi tidak sama.

Ambil contoh di ppobnusantara.com. Untuk pembayaran tagihan rekening listrik, agen memperoleh fee Rp 1.000 per transaksi, tagihan telepon Rp 1.250, tagihan air ledeng Rp 1.500, televisi berbayar Rp 1.500, dan isi ulang pulsa Rp 500 per transaksi. Fee terbesar berasal dari penjualan tiket pesawat, yakni mencapai sekitar Rp 10.000 per transaksi. “Makin mahal tiketnya, makin besar pula fee-nya,” ujar Ditto.

Setelah itu, rumus matematika yang akan bekerja. Semakin banyak transaksi yang Anda layani, semakin besar pula fee yang Anda kantongi.

Agar menggaet banyak pelanggan Anda harus rajin berpromosi melalui mulut ke mulut. Yang tak kalah penting, Anda harus rajin meyakinkan pelanggan bahwa transaksi Anda resmi dan aman. “Karena agen kami kebanyakan di daerah pinggir kota yang jarang fasilitas ATM atau perbankan, promosi mulut ke mulut cukup ampuh,” tambah Ditto.


Menjadi PPOB

Jika memiliki modal dan kemampuan yang lebih dari sekadar menjadi agen, Anda bisa saja membuka PPOB sendiri. Pilihan ini cocok bagi mereka yang memiliki pengetahuan di bidang teknologi informasi. Maklum, usaha ini sangat erat hubungannya dengan teknologi informasi. Misalnya, Anda harus cukup memahami pengelolaan server. Maklum, server menjadi “nyawa” aplikasi yang digunakan untuk melayani konsumen serta pusat komunikasi sistem PPOB dengan biller maupun bank pembayar.

Oh, iya, kemitraan dengan perusahaan yang mengeluarkan tagihan atau biller menjadi modal utama PPOB. Caranya mudah. Anda cukup mengajukan penawaran kerja sama. Jika fee setiap transaksi sudah disepakati, kerja sama dengan biller dapat terjalin. “Fee yang diberlakukan masing-masing biller berbeda-beda,” kata Ditto.

Proses yang tersulit dalam pendirian PPOB adalah menjalin kerja sama dengan bank yang berperan menyalurkan dana dari PPOB ke biller. Setelah Anda mengajukan proposal kerja sama, bank akan melakukan survei untuk melihat reputasi calon PPOB.

Lama proses seleksi tergantung dari reputasi calon PPOB. Maklum, bank akan menelisik apakah calon PPOB memiliki masalah dengan perbankan. Biasanya, bank juga meminta uang garansi. Mayoritas bank akan meminta calon pebisnis PPOB menyerahkan uang garansi sekitar Rp 1 miliar. Uang itu akan dimanfaatkan bank sebagai deposit.

Setelah urusan dengan bank beres, Anda juga harus menyediakan dana untuk membeli perlengkapan. Untuk menjalankan usaha PPOB, setidaknya, Anda harus membeli satu unit komputer server. Sebaiknya, Anda juga memiliki genset agar server bisa beroperasi 24 jam tanpa gangguan meskipun listrik dari PLN mati. Yang lain, perlu juga disediakan peralatan kantor seperti komputer, printer, dan alat-alat lainnya.

Jumlah karyawan PPOB bervariasi. Sebagai gambaran, “Saya memiliki 15 orang karyawan untuk mengurus administrasi,” kata Ditto.

Anda juga harus mengalokasikan dana untuk membayar sewa kantor. Paling tidak, tarif sewa kantor mencapai Rp 30 juta per tahun untuk bangunan dengan luas 80 meter persegi.

Uniknya, fee yang diperoleh PPOB tidak sebesar fee agen. Ditto menyebut, ppobnusantara.com memperoleh fee sekitar Rp 100–Rp 300 per transaksi. Misalnya, dari pembayaran tagihan PLN, mereka memperoleh fee Rp 200 per transaksi. Sejatinya, total fee yang dibebankan ke konsumen mencapai Rp 1.600 per transaksi. Dari jumlah itu, agen memperoleh Rp 1.000, sementara PPOB, bank, dan PLN masing-masing memperoleh Rp 200.

Tapi, jangan berkecil hati. Meskipun recehan, karena biasanya jumlah transaksi yang dilayani PPOB besar, total laba yang bisa dikantongi PPOB cukup menggiurkan.

Dalam sebulan, ppobnusantara.com bisa melayani 500.000 transaksi. Total nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Dengan skema seperti itu, kalau dihitung, keuntungan yang didapat ppobnusantara.com sekitar 30% dari omzet.                        

Sumber



Yellow Jacket Institute: Sukses Mengantar Siswa ke UI, UGM, dan ITB

Berawal dari sekelompok Mahasiswa UI yang ingin menyalurkan minat dan bakat di dunia pendidikan, terciptalah sebuah lembaga pendidikan Bimbel yang bernama Yellow Jacket Institute.

Yellow Jacket Institute berdiri pada bulan Desember 2005. Di awal mulanya, Yellow Jacket Institute mendapat dukungan dari Pejabat Menpora RI, Edi Budiono. Bentuk dukungan ini ialah Yellow Jacket Institute diperbolehkan meminjam Gedung PPSDP Menpora untuk kegiatan belajar mengajar yang berlokasi di Cibubur. “Salah satu cara untuk mengubah bangsa adalah dengan pendidikan”, ungkap  Ali Norman, owner sekaligus founder Yellow Jacket Institute menjelaskan latar belakang berdirinya Yellow Jacket Institute

Yellow Jacket Institute, kata Ali, memiliki 4 keunggulan. Keunggulan yang pertama ialah Yellow Jacket Institute menggunakan metode NLP (Neuro Linguistik Program). “Metode ini dirancang khusus untuk memecahkan mindblock negatif guna menjadikan siswa sukses dan cerdas akademik, spiritual dan emosional,” ujarnya.
Keunggulan kedua, penggunaan metode Hypnotherapy. Metode ini digunakan untuk memotivasi siswa agar sukses meraih impian dan cita-cita dengan memberikan sugesti-sugesti positif. Tingkat kesuksesan bisnis ini sangat signifikan.

Yellow Jacket Institute AKetiga, adanya Bascom (Brain Test Computerized). Bascom ini, jelas Ali,  merupakan test bakat dan minat dengan sistem komputerisasi, yang hasilnya untuk mengarahkan siswa  ke bidang atau jurusan yang tepat di jenjang pendidikan selanjutnya.

Keempat, adanya Posko Tentor.  Menurut Ali, Posko Tentor merupakan fasilitas yang  diberikan kepada siswa untuk berkonsultasi gratis dengan tentor-tentor setiap hari. “Fasilitas ini diberikan kepada siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa seputar pelajaran dan kesulitan lainnya,” ujarnya.

Selain empat keunggulan di atas, Yellow Jacket Institute telah banyak meluluskan siswa/i ke UI, UGM, ITB, dan perguruan Tinggi Luar Negeri. Sejak berdiri 7 tahun yang lalu, 100% siswa/i nya lulus UN (Ujian Negara). Yellow Jacket Institute juga memberikan prediksi SIMAK UI, Buku Rahasia SIMAK UI dan SNMPTN. Bimbel ini dibimbing langsung oleh Dosen UI dan memiliki Tentor yang berpengalaman dari UI dan PTN favorit lainnya. Yellow Jacket Institute juga membuat laporan perkembangan periodik siswa. Selain semua kelebihan diatas bimbel ini juga dilengkapi dengan ruang kelas ber-AC, nyaman dan bersih, serta Mushola.

Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, serta potensi bisnis Bimbel  yang masih cukup besar, Yellow Jacket Institute menawarkan kerja sama dalam bentuk kemitraan. Untuk investasinya, Mitra hanya cukup  menyediakan dana sebesar Rp 250 juta – Rp. 350 juta. Dana tersebut belum termasuk lokasi tapi sudah mencakup fasilitas belajar, seperti kursi belajar, komputer dan desain ruangan. Royalti fee dipatok sebesar 10% per bulan dari omset yang dicapai.

Siswi Yellow Jacket InstituteDijelaskan Ali, saat ini, Yellow Jacket Institute baru ada dua cabang, yakni di Jakarta dan Bengkulu. Tetapi, meski baru dua cabang tapi untuk raihan omset cukup membanggakan, Masing-masing cabang, kata Ali, dalam setahunnya rata-rata mampu membukukan omset antara Rp400-600 jutaan., dengan  jumlah siswa antara 100-125 orang. Sehingga kalau kalau dihitung ROInya bisa tercapai hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Ali sekali lagi menegaskan, mitra dari Bimbel Yellow Jacket Institute memiliki peluang sukses yang terbuka lebar.  Karena semua instrumen sebuah bisnis bimbel baik itu dari materi belajar, tentor maupun program marketing didukung pebuh principle. Meski demikian, saran Ali, untuk sukses di Bimbel setiap mitra harus mau kerja keras, serta benar-benar mencintai dunia pendidikan. “ Jadi tim yang dimiliki harus solid, atmosfer proses belajar mengajar harus berbeda dengan yang ada di sekolah. Serta harus memiliki sistem manajemen dan sistem pendidikan yang rapi dan terencana,” pungkas Ali.



Name
Yellow Jackets Institute
Business Category
Pendidikan
Establish Since
Desember 2005
Business Description
Pendidikan
Total Outlet
2
Minimum Investment
Rp. 250 juta
Maximum Investment
Rp. 350 juta
Royalty Fee
10% dari Omset
BEP
2 tahun
Contact Person
Ali Norman
Phone Number
021- 6083 5966
Short Description
Bimbingan belajar
Head Office
Info Kemitraan
Yellow Jacket Institute

Jl. Kranggan Raya Ruko No.9D
Cibubur, Jakarta Timur